- English
- King James KJV
- Complete Jewish CJB
- World English WEBM
- Berean Standard BSB
- American Standard ASV
- Geneva GNV
- Young's Literal YLT
- Douay-Rheims DRC
- International
- Shqip ALB
- العربية SVD
- বাংলা BN-IRV
- မြန်မာ Judson
- 简体文 CUV-S
- 繁體中文 CUV-T
- Čeština BKR
- Nederlands STVE
- Français LSG
- Deutsch SCH
- Ελληνικά Vamvas
- ગુજરાતી GU-IRV
- Hausa HCB
- עברית Hebrew
- हिन्दी HCV
- Magyar KAROLI
- Bahasa Indonesia INDO-TB
- Italiano Diodati
- 日本語 Kougo
- 한국어 Korean
- മലയാളം MAL
- मराठी MRCV
- Norsk DNB
- فارسی OPV
- Polski BG
- Português Almeida
- Română Cornilescu
- Русский Synodal
- Español RVG
- Kiswahili Neno
- Svenska SV1917
- Tagalog TAG-ADB
- தமிழ் TCV
- తెలుగు TSA
- ภาษาไทย THAI-KJV
- Українська Ohienko
- Tiếng Việt CADMAN
- Yorùbá YCB
Ayat Alkitab tentang Lasciviousness
Ayat Alkitab utama
supaya engkau terlepas dari perempuan jalang, dari perempuan yang asing, yang licin perkataannya,
yang meninggalkan teman hidup masa mudanya dan melupakan perjanjian Allahnya;
sesungguhnya rumahnya hilang tenggelam ke dalam maut, jalannya menuju ke arwah-arwah.
Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak,
tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua.
Kakinya turun menuju maut, langkahnya menuju dunia orang mati.
Jauhkanlah jalanmu dari pada dia, dan janganlah menghampiri pintu rumahnya,
supaya engkau jangan menyerahkan keremajaanmu kepada orang lain, dan tahun-tahun umurmu kepada orang kejam;
supaya orang lain jangan mengenyangkan diri dengan kekayaanmu, dan hasil susah payahmu jangan masuk ke rumah orang yang tidak dikenal
dan pada akhirnya engkau akan mengeluh, kalau daging dan tubuhmu habis binasa,
lalu engkau akan berkata: "Ah, mengapa aku benci kepada didikan, dan hatiku menolak teguran;
mengapa aku tidak mendengarkan suara guru-guruku, dan tidak mengarahkan telingaku kepada pengajar-pengajarku?
Karena ketika suatu waktu aku melihat-lihat, dari kisi-kisiku, dari jendela rumahku,
kulihat di antara yang tak berpengalaman, kudapati di antara anak-anak muda seorang teruna yang tidak berakal budi,
yang menyeberang dekat sudut jalan, lalu melangkah menuju rumah perempuan semacam itu,
pada waktu senja, pada petang hari, di malam yang gelap.
Maka datanglah menyongsong dia seorang perempuan, berpakaian sundal dengan hati licik;
cerewet dan liat perempuan ini, kakinya tak dapat tenang di rumah,
sebentar ia di jalan dan sebentar di lapangan, dekat setiap tikungan ia menghadang.
Lalu dipegangnyalah orang teruna itu dan diciumnya, dengan muka tanpa malu berkatalah ia kepadanya:
"Aku harus mempersembahkan korban keselamatan, dan pada hari ini telah kubayar nazarku itu.
Itulah sebabnya aku keluar menyongsong engkau, untuk mencari engkau dan sekarang kudapatkan engkau.
Telah kubentangkan permadani di atas tempat tidurku, kain lenan beraneka warna dari Mesir.
Pembaringanku telah kutaburi dengan mur, gaharu dan kayu manis.
Marilah kita memuaskan berahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara.